Perancangan Lanskap Kawasan Segmen Tengah Sungai Way Kuripan di Kota Bandar Lampung Berbasis Water Sensitive Urban Design
Air merupakan sumber daya vital yang saat ini menghadapi tekanan akibat alih fungsi lahan di kawasan perkotaan, yang berdampak pada menurunnya kapasitas resapan dan kualitas lingkungan. Sungai Way Kuripan merupakan salah satu sungai yang mengalami penyempitan badan sungai serta pencemaran akibat aktivitas permukiman dan limbah domestik, sehingga meningkatkan resiko banjir dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting serta menyusun rancangan lanskap sungai berkelanjutan melalui konsep naturalisasi dengan prinsip Water Sensitive Urban Design (WSUD). Metode penelitian meliputi analisis karakteristik tapak dan pengembangan konsep desain yang mengintegrasikan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka biru (RTB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan WSUD berpotensi meningkatkan kualitas air, mengurangi limpasan permukaan, memperkuat fungsi ekologis, dan menurunkan resiko banjir. Implementasi konsep dilakukan melalui penataan sempadan sungai, pengelolaan vegetasi riparian, serta penerapan elemen WSUD berupa kolam retensi (retention pond), rain garden, dan bioswale. Hasil perancangan membagi kawasan ke dalam zona inti, zona permukiman, dan zona pemulihan sesuai fungsi konservasi, pemanfaatan, dan rehabilitasi. Perencanaan vegetasi dilakukan berdasarkan karakteristik zona riparian dan zona kering untuk mendukung pengendalian erosi, penyaringan polutan, serta peningkatan infiltrasi air. Secara keseluruhan, pendekatan WSUD mampu mendukung pengelolaan Sungai Way Kuripan yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas lingkungan, pemulihan fungsi ekologis, dan penyediaan ruang yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606140011
Keyword
Naturalisasi Ruang terbuka biru riparian Riparian Sempadan WSUD