prediksi Kasus Demam Berdarah Berdasarkan Faktor Iklim Menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) dan Estimasi Premi Bruto di Provinsi Lampung
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis vektor yang dipengaruhi oleh faktor iklim dan dapat menimbulkan risiko pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah kasus DBD di Provinsi Lampung berdasarkan faktor iklim menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) serta mengestimasi premi bruto berdasarkan hasil prediksi. Data yang digunakan berupa data bulanan jumlah kasus DBD, curah hujan, suhu, dan kelembapan periode Januari 2015-Desember 2024. Data Januari 2015-Desember 2023 digunakan sebagai data training, sedangkan Januari 2024-Desember 2024 sebagai data testing. Tahapan analisis meliputi uji stasioneritas, penentuan lag optimum, uji kointegrasi, estimasi VECM, uji diagnostik, validasi model, prediksi dan estimasi premi bruto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang curah hujan dan kelembapan memiliki hubungan signifikan dengan jumlah kasus DBD, sedangkan curah hujan tidak signifikan. Dalam jangka pendek, suhu dan kelembapan memiliki hubungan signifikan dengan perubahan jumlah kasus DBD, sedangkan curah hujan tidak signifikan. Koefisien Error Correction Term (ECT) sebesar -0,2115 signifikan, yang menunjukkan adanya penyesuian menuju keseimbangan jangka panjang. Nilai MAPE sebesar 34,93% menunjukkan kemampuan prediksi tergolong cukup. Prediksi tahun 2025 menghasilkan 6.213 kasus DBD. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh estimasi premi bruto sebesar Rp16.433.385.000
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606140009
Keyword
Demam Berdarah Faktor Iklim Prediksi Premi Bruto VECM