(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PENGARUH KUALITAS DAN OBSTRUKSI BENCHMARK TERHADAP KETELITIAN GNSS UNTUK GEODINAMIKA STUDI KASUS PESAWARAN, PRINGSEWU, DAN TANGGAMUS


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas fisik benchmark dan kondisi obstruksi lingkungan terhadap ketelitian pengamatan Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk pemantauan geodinamika di Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus, Provinsi Lampung. Wilayah tersebut berada pada jalur aktif Sesar Sumatera yang memiliki aktivitas tektonik tinggi, sehingga diperlukan sistem pemantauan deformasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Metode penelitian dilakukan pada 15 titik benchmark melalui survei lapangan menggunakan dokumentasi foto 360° untuk menghitung persentase Sky Visibility pada sudut elevasi 0°, 10°, dan 20°. Data diolah menggunakan AutoCAD dan Microsoft Excel. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap kondisi fisik benchmark, vegetasi, bangunan, potensi multipath, dan pandangan langit. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan data ketelitian GNSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benchmark dengan kondisi fisik yang baik, obstruksi rendah, dan Sky Visibility tinggi menghasilkan data GNSS yang lebih stabil dan akurat. Sebaliknya, benchmark dengan banyak hambatan seperti vegetasi dan bangunan cenderung menghasilkan ketelitian yang lebih rendah akibat gangguan sinyal dan efek multipath. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas benchmark dan kondisi lingkungan sekitar berpengaruh signifikan terhadap ketelitian GNSS. Oleh karena itu, pemilihan benchmark yang stabil, terbuka, dan minim obstruksi sangat penting untuk mendukung jaringan kontrol geodetik dan pemantauan geodinamika yang presisi.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606130040

Keyword
GNSS titik referensi visibilitas langit multipath akurasi posisi geodinamika jaringan kontrol geodesi