STUDI AWAL PEMANTAUAN PENURUNAN MUKA TANAH DI WILAYAH BARAT SULAWESI MENGGUNAKAN DATA INACORS
Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan fenomena turunnya permukaan tanah akibat faktor alami maupun aktivitas manusia yang banyak terjadi di wilayah pesisir dan perkotaan. Wilayah bagian barat Pulau Sulawesi memiliki kondisi geologi kompleks akibat interaksi tiga lempeng tektonik aktif sehingga berpotensi mengalami perubahan ketinggian permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju penurunan muka tanah menggunakan metode Global Navigation Satellite System (GNSS) berdasarkan data 11 stasiun InaCORS periode 2022–2025. Pengolahan data dilakukan menggunakan Bernese 5.2 untuk memperoleh koordinat dan perubahan posisi ketinggian tiap stasiun. Analisis menggunakan metode regresi linear untuk menentukan laju perubahan ketinggian terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar stasiun mengalami penurunan muka tanah dengan laju antara -0,519 hingga -6,688 mm/tahun. Penurunan terbesar terjadi pada stasiun CMAK, CPSK, dan CUMB, sedangkan stasiun CPAN mengalami kenaikan sebesar +2,980 mm/tahun. Fenomena ini dipengaruhi aktivitas tektonik, kondisi geologi, faktor antropogenik, dan kualitas data GNSS diantara lokasi setiap stasiun penamatan. Oleh karena itu, interpretasi hasil penelitian perlu mempertimbangkan tingkat ketelitian data dan karakteristik lokal diantara stasiun pengamatan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606120064
Keyword
Penurunan Muka Tanah GNSS Staisun InaCors Sulawesi Bagian Barat