Karakterisasi Krim Ekstrak Propolis Trigona apicalis Dengan Sistem Penghantaran Liquid Crystal
Propolis lebah tak bersengat Trigona apicalis mengandung metabolit bioaktif yang berpotensi sebagai agen penyembuh luka. Pemanfaatannya secara topikal terkendala oleh permeabilitas kulit yang rendah, sehingga diperlukan sistem penghantaran yang mengontrol pelepasan zat aktif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa krim ekstrak propolis 2,5 persen memiliki efektivitas penyembuhan luka lebih baik dibandingkan triamcinolone 0,1 persen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit sekunder ekstrak propolis Trigona apicalis, mengkarakterisasi sistem penghantaran yang terbentuk, mengevaluasi stabilitas, dan menganalisis pelepasan polifenol secara in vitro. Ekstrak diperoleh dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction menggunakan etanol 96 persen dengan rendemen 67,83 persen. Karakterisasi dilakukan menggunakan LCMS/MS, FTIR-ATR, dan skrining fitokimia. Struktur liquid crystal dikonfirmasi melalui PLM dan DSC. Stabilitas diuji dengan sentrifugasi dan freeze-thaw, sedangkan pelepasan polifenol dianalisis dengan metode dialysis bag. Ekstrak memiliki 16 metabolit yang didominasi flavonoid, fenilpropanoid, dan triterpenoid. Kandungan total polifenol ekstrak sebesar 82,67 g GAE/kg dan memenuhi persyaratan SNI (≥1 g GAE/kg). PLM menunjukkan pola maltese crosses, sedangkan DSC menampilkan dua puncak endotermik pada 46,39°C dan 144,36°C. Sediaan stabil tanpa pemisahan fase dan melepaskan polifenol secara bertahap hingga 56,144 persen dalam 240 menit. Disimpulkan bahwa krim ekstrak propolis 2,5 persen memiliki sistem penghantaran lamellar liquid crystal yang stabil dan mampu melepaskan polifenol secara terkontrol.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606120013
Keyword
propolis Trigona apicalis lamellar liquid crystal LC-MS/MS polifenol pelepasan in vitro