PENGARUH BEBAN KERJA DAN PSIKOSOSIAL TERHADAP KINERJA KURIR J&T EXPRESS WAY KANDIS
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkatkan kebutuhan
layanan pengiriman yang berdampak pada meningkatnya beban kerja
kurir. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Perusahaan jasa pengiriman
karena kinerja kurir menentukan keberhasilan operasional, khususnya
dalam ketetapan dan keberhasilan pengiriman paket. Tingginya beban
kerja mental, beban kerja fisik serta faktor psikososial dalam pekerjaan
lapangan yang tidak diimbangi dengan kapasitas kerja yang memadai
berpotensi menimbulkan kelelahan dan menurunkan kinerja kurir, yang
tercermin dari belum tercapainya target pengiriman, keterlambatan
pengiriman serta terjadinya kegagalan kirim. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh beban kerja mental, beban kerja fisik, dan
faktor psikososial terhadap kinerja kurir di J&T Express Way Kandis.
Metode penelitian menggunakan kuesioner NASA-TLX untuk
mengukur beban kerja mental, SSRT untuk beban kerja fisik, dan
adaptasi dari format COPSOQ III untuk kondisi piskososial. Sampel
penelitian terdiri dari 45 kurir. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja
mental dan fisik berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi,
dengan indikator dominan berupa kebutuhan waktu, kebutuhan fisik,
dan usaha. Sebanyak 51% kurir mengalami kelelahan fisik berat. Faktor
psikososial, terutama dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja, berada dalam kategori baik. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa
beban kerja mental dan fisik berpengaruh negatif signifikan terhadap
kinerja, sedangkan faktor psikososial berpengaruh positif signifikan.
Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 55,5% variasi kinerja.
Rekomendasi yang diberikan adalah penambahan jumlah kurir untuk
mengurangi beban kerja mental dan fisik, serta penguatan dukungan
psikososial untuk meningkatkan kinerja.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606120010
Keyword
beban kerja mental beban kerja fisik psikososial kinerja