Uji In Vivo Efektivitas Serum Fitosom Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Pada Model Tikus Galur Wistar
Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi dan salah satu penyebab utamanya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik sebagai terapi jerawat memiliki risiko efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Biji kopi arabika (Coffea arabica L.) mengandung senyawa aktif seperti asam klorogenat yang memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serum fitosom ekstrak biji kopi arabika terhadap bakteri Propionibacterium acnes secara in vivo pada tikus putih jantan galur Wistar. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96 persen dengan perbandingan 1:4 selama 24 jam. penelitian eksperimental menggunakan 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok perlakuan ( serum fitosom ekstrak biji kopi arabika 10 persen), kontrol positif ( gel klindamisin 1 persen), kontrol negatif ( basis serum), dan blanko, dengan induksi jerawat menggunakan bakteri Propionibacterium acnes. Serta pengamatan parameter inflamasi berupa eritema, edema, papula, dan pustula selama 21 hari. Hasil menunjukkan bahwa serum fitosom ekstrak biji kopi arabika 10 persen mampu menurunkan parameter inflamasi jerawat hingga 100 persen pada hari ke 21. Efektivitasnya sebanding dengan kontrol positif gel klindamisin 1 persen, meskipun kontrol positif menunjukkan onset kerja yang lebih cepat. Analisis statistik menunjukkan data tidak berdistribusi normal dan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05), sehingga serum fitosom ekstrak biji kopi arabika berpotensi sebagai terapi jerawat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606110026
Keyword
In Vivo Serum Propionibacterium acnes Antibakteri Kopi arabika