(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PEMODELAN 2D METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY (ERT) KONFIGURASI DIPOL-DIPOL MENGGUNAKAN OPEN-SOURCE CODE PYGIMLI (STUDI KASUS: PUNDEN 5 TAMAN PURBAKALA PUGUNG RAHARJO, LAMPUNG TIMUR)


View/Open

Author
Monalisa, Devinci Pardosi

Date Published
11 Jun 2026

Advisor
Muhamad Ragil Setiawan, S.Pd., M.Sc.,

Subject
Fisika

Publisher


Penggambaran karakteristik kondisi di bawah permukaan tanah memegang peranan penting sebagai pendukung studi geologi dan arkeologi, dengan keunggulan tidak menimbulkan kerusakan pada lokasi atau situs yang sedang diteliti. Pendekatan ini relevan diterapkan di Taman Purbakala Pugung Raharjo yang masih memerlukan eksplorasi untuk mengetahui kondisi bawah permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi nilai resistivitas bawah permukaan, memperoleh model distribusi resistivitas, serta menginterpretasikan kondisi geologi bawah permukaan kawasan punden 5 Taman Purbakala Pugung Raharjo. Metode yang digunakan adalah Electrical Resistivity Tomography (ERT) konfigurasi dipol-dipol yang merupakan metode eksplorasi non-invasif untuk menggambarkan distribusi resistivitas bawah permukaan. Pengambilan data dilakukan pada beberapa lintasan pengukuran, kemudian data diolah menggunakan open-source code PyGIMLi berbasis Python untuk menghasilkan pemodelan resistivitas 2D dan 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima lintasan pengukuran didominasi oleh anomali resistivitas tinggi dengan rentang sekitar 200-10.000 Ωm yang diinterpretasikan sebagai batuan basal berdasarkan stratigrafi regional Lampung Timur. Selain itu, pada beberapa lintasan ditemukan zona anomali resistivitas rendah hingga sedang yang menunjukkan adanya variasi sifat fisik batuan bawah permukaan. Pada lintasan 1, anomali resistivitas rendah muncul pada kedalaman sekitar 10-50 meter dan diinterpretasikan sebagai zona yang masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan objek arkeologi. Pada lintasan 2 ditemukan lapisan aluvium dan sedimen dangkal di atas lapisan basal, sedangkan lintasan 3, 4, dan 5 tetap didominasi oleh batuan basal dengan beberapa zona anomali lokal di bagian tengah maupun dekat permukaan pada kedalaman sekitar 0-4 meter. Hasil pemodelan 3D menunjukkan bahwa zona resistivitas tinggi tersebar luas di bawah permukaan, sedangkan zona anomali hanya muncul secara lokal dan tidak membentuk satu kesatuan yang menyatu. Secara umum, litologi bawah permukaan kawasan punden 5 Taman Purbakala Pugung Raharjo didominasi oleh batuan basal dengan beberapa zona anomali yang menunjukkan adanya variasi sifat fisik batuan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606110006

Keyword
Basal Electrical Resistivity Tomography (ERT) PyGIMLi Pemodelan 2D dan 3D