Pemantauan Deformasi Permukaan Gunung Merapi Tahun 2021–2024 Menggunakan Metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR)
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia
dengan tingkat aktivitas vulkanik yang tinggi dan berpotensi menimbulkan berbagai
bahaya bagi masyarakat di sekitarnya. Aktivitas vulkanik yang terjadi dapat
menyebabkan perubahan bentuk permukaan atau deformasi pada tubuh gunung api
yang berkaitan dengan dinamika sistem magmatik di bawah permukaan. Pemantauan
deformasi permukaan menjadi salah satu indikator penting dalam memahami
aktivitas vulkanik serta mendukung upaya mitigasi bencana. Salah satu metode yang
dapat digunakan untuk memantau deformasi permukaan adalah Interferometric
Synthetic Aperture Radar (InSAR) yang memanfaatkan citra radar satelit untuk
mendeteksi perubahan permukaan secara spasial dan temporal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi nilai koherensi, menganalisis kecepatan deformasi
arah Line of Sight (LOS), serta menganalisis deformasi vertikal dan horizontal
Gunung Merapi pada periode tahun 2021–2024. Penelitian ini menggunakan data
citra radar satelit Sentinel-1 dengan jalur orbit ascending dan descending pada
periode pengamatan tahun 2021 hingga 2024. Pengolahan data dilakukan
menggunakan pendekatan Small Baseline Subset (SBAS) pada perangkat lunak
MintPy untuk menghasilkan analisis deformasi berbasis time series. Tahapan
pengolahan meliputi pembentukan interferogram, analisis koherensi, estimasi
kecepatan deformasi arah Line of Sight (LOS), serta dekomposisi deformasi menjadi
komponen vertikal dan horizontal. Hasil pengolahan kemudian dianalisis secara
spasial dan temporal untuk mengidentifikasi pola deformasi yang terjadi di sekitar
Gunung Merapi selama periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai koherensi citra InSAR pada sebagian besar area penelitian cukup baik untuk
analisis deformasi, meskipun pada beberapa area dengan vegetasi rapat nilai
koherensinya relatif lebih rendah. Nilai kecepatan deformasi arah Line of Sight (LOS)
menunjukkan adanya variasi pergerakan permukaan di sekitar Gunung Merapi
selama periode pengamatan. Hasil dekomposisi deformasi menunjukkan bahwa
deformasi vertikal berada pada kisaran sekitar -73,023 mm/tahun hingga 43,199
mm/tahun, dimana nilai positif menunjukkan pengangkatan permukaan (uplift) dan
nilai negatif menunjukkan penurunan permukaan (subsidence). Sementara itu,
deformasi horizontal menunjukkan adanya pergerakan lateral pada beberapa sektor
lereng gunung. Pola deformasi tersebut mengindikasikan bahwa perubahan bentuk
permukaan Gunung Merapi berkaitan dengan dinamika aktivitas vulkanik yang
terjadi selama periode pengamatan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606110005
Keyword
InSAR deformasi Gunung Merapi Sentinel-1 aktivitas vulkanik