ANALISIS PENGARUH VARIASI CO-FIRING TERHADAP PENCAPAIAN NET ZERO EMISSION SEKTOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP INDONESIA MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINIER
Laporan International Energy Agency (IEA) pada tahun 2024 menyebutkan total emisi CO2 sektor energi meningkat sebesar 0,8%. Sektor energi Indonesia saat ini masih didominasi oleh batu bara melalui PLTU dengan kapasitas terpasang terbesar yaitu 21.026,90 MW (27,69%) menjadikan PLTU sebagai penyumbang GRK terbesar. Salah satu upaya mengurangi kadar emisi gas buang hasil pembakaran PLTU adalah dengan melakukan pencampuran batu bara dengan biomassa yang dikenal sebagai co-firing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh co-firing terhadap intensitas emisi CO2 pada PLTU dalam kaitannya mewujudkan net zero emission (NZE) 2050 sektor pembangkit listrik tenaga uap dengan metode regresi linier. Hasil yang diperoleh yaitu peningkatan co-firing memberikan dampak positif berupa penurunan intensitas emisi CO2 mendekati skenario NZE 2050, dengan model regresi yang mampu merepresentasikan kondisi yang sejalan dan konsisten dengan target intensitas emisi CO2 skenario NZE. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai referensi untuk implementasi penelitian pada 19 PLTU atau 18,3
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606100076
Keyword
Co-firing Net Zero Emission (NZE) 2050 Regresi Linier