Analisis Keterkaitan Pola Spasial Kawasan Terbangun Kota Payakumbuh dengan Jaringan Jalan, Pusat Ekonomi, dan Pusat Pelayanan
Perkembangan perkotaan ditandai oleh peningkatan kawasan terbangun yang berimplikasi pada alih fungsi lahan dan perubahan struktur ruang, sebagaimana terjadi di Kota Payakumbuh dalam periode 2016–2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial perkembangan kawasan terbangun serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra Sentinel-2. Analisis dilakukan melalui klasifikasi penutup lahan menggunakan metode supervised classification algoritma random forest, analisis perubahan dengan post-classification comparison, identifikasi pola spasial menggunakan Nearest Neighbour Analysis (NNA), serta analisis faktor menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kawasan terbangun di Kota Payakumbuh yang mengindikasikan terjadinya alih fungsi lahan dari kawasan non-terbangun. Pola spasial perkembangan yang terbentuk cenderung mengelompok (clustered) dan berkembang mengikuti jaringan jalan serta kedekatan terhadap pusat aktivitas. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa variabel aksesibilitas, khususnya jarak terhadap jalan, pusat ekonomi, dan fasilitas pelayanan, memiliki pengaruh terhadap perkembangan kawasan terbangun, meskipun tingkat pengaruh masing-masing variabel bervariasi. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor aksesibilitas berperan dalam membentuk arah perkembangan kota, sehingga perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan tata ruang yang lebih terarah dan berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606100066
Keyword
pola spasial kawasan terbangun penginderaan jauh SIG regresi logistik Kota Payakumbuh