(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Studi Vertical Land Motion Menggunakan Data Ina-CORS di Pesisir Barat Daya Pulau Sumatera


Vertical Land Motion (VLM) atau gerakan vertikal permukaan tanah merupakan perubahan posisi elevasi terhadap sistem referensi tertentu dalam arah vertikal (naik atau turun). Penelitian ini bertujuan menganalisis tren vertical land motion di pesisir barat daya Pulau Sumatera menggunakan tujuh stasiun Ina-CORS dengan panjang data bervariasi antara 4–11 tahun. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data GNSS Ina-CORS, pengecekan kelengkapan data, serta pengolahan menggunakan layanan AUSPOS berbasis Bernese GNSS Software 5.2 untuk memperoleh nilai ketinggian ellipsoid. Data tersebut dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk menentukan laju VLM, kemudian dihitung uncertainty guna mengevaluasi ketelitian hasil pengamatan. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk grafik dan tabel serta dianalisis keterkaitannya dengan Relative Sea Level Rise (RSLR). Hasil menunjukkan bahwa tren VLM di wilayah penelitian bervariasi pada setiap stasiun. Penurunan muka tanah tertinggi terjadi pada Stasiun CTCN sebesar -15 ± 0,356 mm/tahun, sedangkan penurunan terendah terjadi pada Stasiun CAGM sebesar -0,5 ± 0,493 mm/tahun. Sementara itu, Stasiun CBKL mengalami kenaikan muka tanah (uplift) sebesar +4,4 ± 0,256 mm/tahun. Secara umum, hasil analisis GNSS tahun 2014–2025 menunjukkan bahwa wilayah penelitian didominasi oleh penurunan muka tanah (subsidence) yang berkontribusi terhadap peningkatan RSLR. Nilai rata-rata RSLR sebesar 10,79 mm/tahun dengan nilai tertinggi di Stasiun CTCN mencapai 18,7 mm/tahun, melebihi rata-rata kenaikan muka laut global yang dilaporkan IPCC dan berpotensi meningkatkan kerentanan wilayah pesisir terhadap genangan serta dampak lingkungan lainnya.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606100059

Keyword
Vertical Land Motion stasiun Ina-CORS regresi linier pesisir barat daya Sumatera