Analisis Willingnesss to Pay Produk Pakan Ternak Larva Black Soldier Fly (BSF) dari Olahan Sampah di Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran
Industri peternakan di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan
pakan ternak yang berkualitas dengan harga terjangkau. Di tengah kendala ini, Larva
Black Soldier Fly (BSF) muncul sebagai solusi inovatif, menawarkan kandungan
protein tinggi, efisiensi biaya, dan manfaat dalam pengelolaan limbah organik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesediaan membayar (willingnesss
to pay, WTP) peternak terhadap pakan berbasis larva BSF dari olahan sampah di Desa
Sungai Langka. Metode Contingent Valuation Method (CVM) digunakan untuk
mengukur WTP. Sampel penelitian sebanyak 60 responden dan dikumpulkan melalui
survei kuesioner. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi WTP. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa peternak yang bersedia membayar pakan ternak BSF sebesar 75% (45
responden), sedangkan yang tidak bersedia sebesar 25% (15 responden), dengan nilai
rata-rata WTP sebesar Rp 40.630/kg. Analisis menunjukkan variabel usia, pendidikan,
jenis ternak, pengalaman peternak, jumlah hewan ternak, jenis pakan ternak, jangka
waktu pembelian pakan, dan pengeluaran pakan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kesediaan membayar pakan ternak BSF. Sedangkan variabel pendapatan, jenis
kelamin, dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh negatif dan tidak signifikan.
Rekomendasi promosi pakan ternak BSF sebaiknya difokuskan jenis pakan ternak
paling dominan yaitu pakan agrowaste dengan sosialisasi lewat kelompok tani.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606100054
Keyword
willingness to pay larva black soldier fly pakan ternak Contingent Valuation Method desa Sungai Langka