(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PEMODELAN PERSEBARAN BANJIR MENGGUNAKAN HEC-RAS 2D AKIBAT INTERAKSI DEBIT METODE SCS-CN DAN PASANG SURUT (STUDI KASUS: KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR, BANDAR LAMPUNG)


Kecamatan Teluk Betung Timur merupakan salah satu wilayah di Kota Bandar Lampung yang rentan terhadap bencana banjir akibat pengaruh aliran Sungai Way Kuripan dan dinamika pasang surut di bagian hilirnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rencana menggunakan metode HSS SCS-CN, menghitung elevasi pasang surut dengan metode Admiralty, serta memodelkan persebaran banjir akibat interaksi kedua faktor tersebut menggunakan software HEC-RAS 2D. Permodelan dilakukan pada beberapa skenario kala ulang, yaitu 2, 5, 10, 20, 25, 50 dan 100 tahun dengan mempertimbangkan lima kondisi pasang surut, yakni Highest High Water Level (HHWL), Mean High Water Level (MHWL), Mean Sea Level (MSL), Mean Low Water Level (MLWL), dan Lowest Low Water Level (LLWL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total debit banjir rencana yang diperoleh sebesar 729,472 m³/s; 1254,559 m³/s; 1621,570 m³/s; 1983,833 m³/s; 2101,020 m³/s; 2465,650 m³/s; dan 2831,979 m³/s; untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun secara berurutan. Analisis pasang surut menghasilkan nilai elevasi HHWL sebesar 1,997 m; MHWL sebesar 1,741 m; MSL sebesar 1,164 m; MLWL sebesar 0,586 m; dan LLWL sebesar 0,068 m, dengan tipe pasang surut condong ke harian ganda. Hasil permodelan HEC-RAS 2D menunjukkan bahwa kedalaman genangan dan kecepatan aliran meningkat seiring bertambahnya kala ulang. Pengaruh pasang surut terhadap persebaran banjir bersifat spasial, yakni hanya signifikan di zona hilir sungai, sementara zona tengah dan hulu sepenuhnya dikontrol oleh besarnya debit banjir dari hulu.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606090029

Keyword
Curve Number Banjir HEC-RAS 2D Sungai Way Kuripan SCS-CN Pasang Surut