Integrasi Aplikasi Web RShiny Dashboard Rantai Markov Waktu Diskrit dan Penerapannya pada Kasus Demam Berdarah Dengue di Provinsi Lampung
Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Lampung mencatat 9.068
kasus pada 2024 dengan fluktuasi tinggi (rata-rata 26,22 kasus/bulan;
SD = 42,19) yang tersebar tidak merata di 15 kabupaten/kota.
Penelitian ini mengintegrasikan model Rantai Markov waktu diskrit
dengan aplikasi RShiny untuk pemodelan, prediksi, dan visualisasi
spasial kasus DBD. Perubahan kasus bulanan didiskretisasi menjadi
tiga state: naik, turun, dan tetap, dengan estimasi probabilitas transisi
menggunakan frekuensi relatif dan Laplace smoothing (α = 0,5). Peta
choropleth mengungkap konsentrasi kasus tertinggi di wilayah
selatan–tengah: Kota Bandar Lampung mendominasi dengan 6.047
kasus kumulatif, sementara Mesuji dengan akumulasi kasus terendah
dengan 557 kasus, menunjukkan bahwa persebaran kasus yang tidak
merata. Rantai Markov wilayah Bandar Lampung dan Mesuji sama
sama menghasilkan matriks transisi irreducible, aperiodic, dan seluruh
state bersifat recurrent, dengan distribusi stasioner pada wilayah
Mesuji π = [0,388 0,221 0,391] berbeda dengan Bandar Lampung
dengan π = [0,384 0,063 0,552]. Konvergensi menuju distribusi
stasioner tercapai mulai langkah kelima, mengindikasikan pola
endemis yang stabil namun persisten di Provinsi Lampung. Secara
keseluruhan, DBD di Lampung bersifat endemis dengan risiko
heterogen antarwilayah, sehingga strategi pengendalian harus berbasis
lokalitas. Aplikasi R Shiny yang dikembangkan menyajikan analisis
terintegrasi sebagai penunjang keputusan surveilans kesehatan berbasis
data.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606090026
Keyword
Rantai Markov Demam Berdarah Dengue Lampung