Keterkaitan Ruang Dalam Aktivitas Ekonomi Perikanan Pada Kawasan Minapolitan Teluk Betung Timur
Kawasan Minapolitan Teluk Betung Timur merupakan simpul yang ditetapkan sebagai penggerak ekonomi perikanan regional, yang memiliki pasar hingga luar Provinsi Lampung. Namun dengan adanya dua simpul produksi, yaitu PPI Lempasing dan Pulau Pasaran, menjadikan fungsi keterkaitan ruangnya masih menghadapi sejumlah tantangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktivitas ekonomi perikanan serta intensitas keterkaitan ruang yang terbentuk dengan membandingkan kondisi interaksi dari kedua simpul tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode campuran (mixed-method) dengan mengintegrasikan analisis Porter’s Value Chain untuk memetakan rantai nilai, serta metode Gravitasi Reilly untuk mengukur kekuatan interaksi spasial berdasarkan massa dan jarak. Kerangka pemikiran penelitian ini menggunakan konsep Space of Flows dan Spatial Linkage untuk mengetahui keterhubungan fungsional antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan ruang yang tidak seimbang pada Kawasan Minapolitan. PPI Lempasing berfungsi sebagai simpul regional dengan dominasi tarikan tunggal pada Kota Bandar Lampung, namun mengalami hambatan jarak yang tajam menuju wilayah sekitar akibat tingginya biaya distribusi. Sebaliknya, Pulau Pasaran merepresentasikan simpul nasional yang memiliki "dua wajah" interaksi, secara fisik terikat pada pusat Kota Bandar Lampung, namun secara fungsional mampu mendistorsi hambatan jarak menuju pasar nasional. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa bentuk keterkaitan ruang yang terjadi bersifat satu pusat dan belum terintegrasi secara merata ke wilayah distribusi. Rekomendasi penelitian diarahkan pada efisiensi biaya logistik antarwilayah, modernisasi teknologi pengolahan, serta formalisasi sistem keuangan untuk memperkuat rantai nilai lokal
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606090018
Keyword
Ekonomi Perikanan Kawasan Minapolitan Keterkaitan Spasial Rantai Nilai