(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Metode Pekerjaan Maintenance Dredging pada Kolam Pelabuhan Patimban


View/Open

Author
Nalendra, Jagat Lumintang

Date Published
15 Jun 2026

Advisor
Mochammad Fathurridho Hermanto, S.T., M.T.,

Subject
Teknik Kelautan

Publisher


Pelabuhan Patimban merupakan salah satu pelabuhan yang saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk mendukung peningkatan konektivitas dan distribusi logistik nasional. Kolam Pelabuhan Patimban menjadi fasilitas utama yang menunjang aktivitas pelayaran, bongkar muat, dan operasional kapal. Namun, proses sedimentasi yang terjadi secara berkala menyebabkan berkurangnya kedalaman efektif kolam pelabuhan sehingga dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran operasional kapal. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan maintenance dredging untuk mengembalikan kedalaman kolam sesuai kebutuhan operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain pengerukan kolam Pelabuhan Patimban dengan target kedalaman rencana -14 meter yang disesuaikan dengan kebutuhan kapal rencana Pelabuhan Patimban periode jangka pendek, yaitu kapal Maersk Tasinge Class dengan kapasitas 29.700 DWT. Berdasarkan hasil perhitungan, volume material yang perlu dikeruk sebesar 147.505,01 m³. Pelaksanaan pengerukan direncanakan menggunakan kombinasi dua jenis kapal keruk, yaitu Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) dan Grab Dredger. TSHD menangani volume pengerukan sebesar 65.779,46 m³ dengan biaya sebesar Rp10.415.752.037,11 atau setara Rp158.343,53/m³ dan durasi pekerjaan selama 13 hari. Selanjutnya, Grab Dredger mengerjakan volume sebesar 81.725,55 m³ dengan biaya sebesar Rp15.735.864.782,00 atau setara Rp192.545,23/m³ dan durasi pekerjaan selama 35 hari. Dengan demikian, total durasi pekerjaan pengerukan yang dibutuhkan adalah 48 hari. Mengingat pekerjaan pengerukan termasuk kategori pekerjaan berisiko tinggi, maka perlu dilakukan analisis risiko melalui proses identifikasi bahaya dan penilaian risiko pada setiap tahapan pekerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa aktivitas masih memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi sehingga diperlukan penerapan tindakan pengendalian dan mitigasi tambahan. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja, meminimalkan potensi kecelakaan, serta memastikan kelancaran pelaksanaan pekerjaan pengerukan di Pelabuhan Patimban.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606090017

Keyword
Pengerukan Analisis risiko Sedimentasi