Strategi Pengembangan Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu Berbasis Konsep Green Port sebagai Upaya Pengendalian Sedimentasi
Pelabuhan sebagai simpul logistik utama, rentan terhadap permasalahan lingkungan, salah satunya adalah sedimentasi yang mengakibatkan pendangkalan alur pelayaran dan menghambat pergerakan kapal. Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menghadapi permasalahan sedimentasi yang dipengaruhi oleh letak geografisnya yang berhadapan dengan Samudera Hindia. Dalam mengatasi permasalahan lingkungan, diperlukan solusi adaptif melalui pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Penerapan konsep green port atau pelabuhan ramah lingkungan menjadi salah satu upaya mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi di pelabuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan Pelabuhan Pulau Baai dengan menerapkan konsep green port sebagai upaya pengendalian sedimentasi yang adaptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method, dengan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa sedimentasi yang terjadi di Pelabuhan Pulau Baai mencapai 2,4 juta m3/tahun. Analisis spasial, admiralty, dan batimetri menunjukkan bahwa laju sedimentasi mencapai 2.000 m3/hari dipengaruhi oleh hidrodinamika perairan berdampak pada akumulasi sedimen yang meningkat serta abrasi pada garis pantai terjadi sejak tahun 2020. Serta analisis SWOT yang digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan green port yaitu dengan strategi agresif melalui optimalisasi infrastruktur sedimentasi berbasis monitoring real-time, penguatan pembiayaan hijau dan (KPBU), dan pengembangan kawasan eco-port yang berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penanganan sedimentasi di Pelabuhan Pulau Baai perlu bertransformasi menuju penerapan green port yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606060011
Keyword
Sedimentasi Green Port Pelabuhan Pulau Baai Pengelolaan Lingkungan Sedimentation Pulau Baai Port Environmental Management