Revitalisasi Lanskap Sekolah Alam Bandung dengan Pendekatan Nature-based Learning sebagai Sarana Pembelajaran di Alam Terbuka
Sekolah Alam Bandung (SAB) merupakan sekolah alternatif yang
memanfaatkan alam sebagai ruang belajar utama. Meskipun SAB
memiliki konsep pendidikan berbasis alam yang kuat, kondisi tapak
sekolah masih menghadapi sejumlah permasalahan yang cukup
signifikan, seperti kontur curam dengan limpasan air hujan yang
berlebih serta zonasi aktivitas yang belum jelas. Tujuan dari tugas akhir
ini adalah (1) mengidentifikasi strategi penataan lanskap yang mampu
menjadikan tapak lebih optimal sebagai sarana pembelajaran serta
menanggapi permasalahan tapak dan (2) menyusun usulan rekomendasi
revitalisasi lanskap SAB. Metode penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dan menerapkan tahapan perancangan lanskap LaGro yang
terdiri dari tahap persiapan, inventarisasi, analisis dan sintesis, serta
konseptual rancangan. Hasil dari tugas akhir adalah usulan
rekomendasi perancangan revitalisasi lanskap SAB yang mengatasi
permasalahan tapak seperti potensi longsor melalui rekayasa tapak
sederhana dan alami dan limpasan air hujan berlebih melalui penerapan
pengelolaan air hujan. Penyusunan usulan rekomendasi rancangan
revitalisasi didasarkan oleh prinsip (1) berbasis alam dan kontekstual,
(2) berorientasi pada kebutuhan, keamanan, dan karakteristik alamiah
siswa, (3) mendukung keseluruhan perkembangan siswa, dan (4)
mengintegrasikan ekologi dan lokalitas. Kemudian rancangan
revitalisasi terdiri dari (1) zona TK dan SD seluas 5620 m2, (2) zona
transisi seluas 2800 m2, (3) zona SL dan SM seluas 2150 m2, dan (4)
zona SAB Farm seluas 2000 m2 yang disajikan dalam bentuk rencana
tapak, gambar potongan dan tampak, serta visualisasi 3D.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606050065
Keyword
alam sebagai ruang belajar lanskap sekolah revitalisasi lanskap