(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Fabrikasi Hidrogel Termosensitif Berbasis Pluronic/Sa/Mc/Kurkumin Sebagai Antiadhesi Peritoneal Pascaoperasi


Adhesi peritoneal pascaoperasi menjadi salah satu komplikasi paling umum dan berbahaya setelah pembedahan abdomen. Adhesi dapat menyebabkan nyeri kronis 20-50%, obstruksi usus 65-75%, infertilitas 15-20%, dan peningkatan beban biaya perawatan kesehatan. Penelitian bertujuan mengembangkan hidrogel termosensitif berbasis Pluronic/SA/MC/Kurkumin sebagai sistem antiadhesi peritoneal pascaoperasi. Hidrogel berhasil difabrikasi menggunakan cold methode. Hasil FTIR menunjukkan pita –OH pada 3343 cm⁻¹, C=O/C=C pada 1637 cm⁻¹, C-O-C pada 1083 cm⁻¹, dan C–O pada 949 cm⁻¹ tanpa terbentuknya ikatan kovalen baru. Pengujian reologi menunjukkan seluruh formulasi berbasis Pluronic mampu membentuk gel di bawah suhu fisiologis 37°C dengan sifat shear thinning dan flow behavior index (n) sebesar 0,5588. Formulasi P17SA2MC1C-CG menunjukkan temperatur gelasi CGT 23,79°C, morfologi permukaan paling kompak, kapasitas pembengkakan tinggi, ketahanan degradasi 7 hari, dan profil pelepasan kurkumin zero order dengan mekanisme sustained release serta viabilitas sel HEK 293 tertinggi sebesar 259,45%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogel P17SA2MC1C-CG mampu menjadi kandidat material antiadhesi peritoneal pascaoperasi dengan sistem penghantaran kurkumin terkendali.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606050051

Keyword
Adhesi Hidrogel Termosensitif Kurkumin Natrium Alginat Pluronic