(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

STUDI AWAL DETEKSI LAND SUBSIDENCE DI WILAYAH PULAU PAPUA MENGGUNAKAN DATA STASIUN INACORS TAHUN 2022-2025


Wilayah Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kondisi geodinamik kompleks akibat interaksi lempeng tektonik aktif, sehingga berpotensi mengalami deformasi permukaan tanah baik berupa penurunan (subsidence) maupun kenaikan (uplift). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik deformasi permukaan tanah di wilayah Papua berdasarkan data Global Navigation Satellite System (GNSS) dari stasiun Ina-CORS selama periode pengamatan tahun 2022–2025, dengan metode pengolahan data GNSS menggunakan perangkat lunak Bernese 5.2 , analisis deret waktu (time series), serta estimasi kecepatan pergeseran yang difokuskan pada komponen vertikal (Up). Hasil pengolahan menunjukkan bahwa kecepatan pergeseran vertikal pada periode pengamatan berkisar antara -30,5592 mm/tahun hingga 3,3773 mm/tahun, dengan dominasi nilai negatif yang mengindikasikan penurunan permukaan tanah. Penurunan paling signifikan terjadi pada stasiun CJYP sebesar -30,5592 mm/tahun, diikuti oleh CBTI -8,9113 mm/tahun, CSSL -8,3004 mm/tahun, CSOQ -7,4114 mm/tahun, serta CKMA -6,1648 mm/tahun dan CMAN -1,7751 mm/tahun. Sementara, stasiun yang menunjukkan kenaikan permukaan tanah, yaitu CFAK sebesar 3,3773 mm/tahun dan CNAB sebesar 2,6874 mm/tahun. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa deformasi vertikal di wilayah penelitian didominasi oleh penurunan permukaan tanah dengan variasi besaran yang berbeda pada setiap stasiun, yang mencerminkan adanya pengaruh kondisi geologi lokal serta aktivitas tektonik regional terhadap dinamika pergerakan tanah.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606050043

Keyword
Bernese Ina-CORS GNSS Deformasi Vertikal Land Subsidence Papua