Perancangan Koridor Jalan Sultan Agung Sebagai Green–Blue Corridor dengan Pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD)
Koridor Jalan Sultan Agung di Kota Bandar Lampung merupakan kawasan dengan dominasi permukaan kedap air dan sistem drainase yang belum optimal sehingga memicu genangan berulang saat hujan dengan intensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan merumuskan rancangan green–blue corridor berbasis Water Sensitive Urban Design (WSUD) sebagai strategi pengelolaan limpasan perkotaan yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen WSUD berupa bioretention, bioswale, slot drain, tree pit, dan permeable pavement mampu meningkatkan kapasitas retensi serta menurunkan tekanan hidrologi koridor. Pada Segmen A, intervensi bioretention berhasil menutup defisit kapasitas drainase sebesar 0,141 m³/det dengan kapasitas retensi ±135 m³. Secara keseluruhan, rancangan menghasilkan total kapasitas retensi teoritis sekitar ±700 m³ yang berkontribusi terhadap reduksi limpasan dan stabilisasi debit aliran. Pendekatan ini menunjukkan bahwa integrasi WSUD tidak hanya efektif dalam mitigasi genangan, tetapi juga mampu membentuk koridor jalan sebagai infrastruktur hidrologi perkotaan yang lebih resilien dan berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606050037
Keyword
Bandar Lampung drainase perkotaan genangan green-blue corridor WSUD