Analisis Aktivitas Antiviral Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle) Asal Lampung Dan Jawa Timur Terhadap DENV-2: In-Vitro Dan In-Silico
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan global dan hingga saat ini belum tersedia antivirus spesifik terhadap DENV. Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) diketahui mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antivirus alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antiviral ekstrak daun jeruk nipis asal Lampung dan Jawa Timur terhadap DENV-2 melalui pendekatan in-vitro dan in-silico. Penelitian dilakukan menggunakan uji sitotoksisitas metode MTT untuk menentukan nilai CC₅₀, uji penghambatan replikasi virus untuk memperoleh nilai EC₅₀, dan perhitungan SI. Analisis metabolit sekunder dan LC-MS, serta molecular docking terhadap protein NS5 DENV-2 (PDB ID: 5ZQK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki aktivitas antiviral terhadap DENV-2. Ekstrak asal Lampung menunjukkan potensi penghambatan lebih baik dibandingkan Jawa Timur berdasarkan nilai CC₅₀ sebesar 557,18 µg/mL, EC₅₀ sebesar 147,26 µg/mL, dan SI sebesar 3,40. Analisis LC-MS menunjukkan perbedaan profil metabolit sekunder, sedangkan studi docking menunjukkan senyawa 5,7-Dimethoxy-2H-chromen-2-one (ΔG -5,70 kcal/mol), Metofluthrin (ΔG -6,66 kcal/mol), dan Octamylamine (ΔG -4,69 kcal/mol) memiliki afinitas ikatan terhadap protein NS5. Senyawa 5,7-Dimethoxy-2H-chromen-2-one menunjukkan energi bebas ikatan paling stabil karena memiliki nilai ΔG lebih rendah dibandingkan ribavirin (ΔG -5,66 kcal/mol), sedangkan Metofluthrin menunjukkan afinitas ikatan paling mendekati ligan alami SAM (ΔG -7,38 kcal/mol) sehingga berpotensi bersaing pada sisi aktif protein NS5.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606040048
Keyword
Aktivitas antiviral DENV-2 Ekstrak daun jeruk nipis Molecular docking Protein NS5