Analisis Variasi Jenis Pelarut Ekstraksi Terhadap Kemampuan Bioreduksi Ion Perak Pada Kulit Batang Medang Teja (Cinnamomum iners)
Bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai agen reduktor alami dalam reaksi bioreduksi ion logam, contohnya ion perak (Ag+). Produk reduksi ion Ag+ dapat diaplikasikan dalam bidang kesehatan sebagai agen antibakteri, bidang industri kimia sebagai katalis, bidang perikanan sebagai penjernih air dan bidang tekstil sebagai agen antibau. Salah satu sumber bahan alam yang diketahui memiliki aktivitas pereduksi adalah kulit batang Cinnamomum iners dengan kandungan metabolit sekunder, seperti fenolik dan flavonoid, yang mampu mendonorkan elektron dalam reaksi reduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi pelarut ekstrak kulit batang Cinnamomum iners terhadap kemampuan bioreduksi ion Ag+. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan variasi pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda, yaitu aseton, campuran aseton:air (1:1), dan air, untuk memperoleh variasi komposisi senyawa aktif. Kandungan senyawa metabolit sekunder dianalisis melalui uji fitokimia menggunakan beberapa pereaksi. Aktivitas bioreduksi ion Ag+ diamati melalui perubahan warna larutan dan perubahan spektrum serapan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia ekstrak aseton dan campuran aseton:air menunjukkan bahwa kulit batang Cinnamomum iners mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, fenol, dan saponin, sedangkan pada ekstrak air hanya mengandung senyawa alkaloid, fenol, dan saponin. Pada uji bioreduksi diperoleh hasil bahwa ekstrak aseton menghasilkan efektivitas bioreduksi ion perak yang lebih tinggi dibanding ekstrak aseton:air, ditunjukkan oleh absorbansi tertinggi sebesar 0,947 pada AgNO3 1 mM, sedangkan ekstrak aseton:air menghasilkan absorbansi 0,485 pada AgNO3 3 mM akibat perbedaan kemampuan pelarut dalam mengekstraksi metabolit sekunder.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606030127
Keyword
Cinnamomum iners bioreduksi ion Ag+ uji fitokimia spektrofotometer UV-Vis