Perancangan Buku Ilustrasi Interaktif Sebagai Wadah Penyaluran Unfinished Business pada Anak Perempuan Pertama di Bandar Lampung
Unfinished business merupakan permasalahan psikologis berupa emosi yang belum terselesaikan dan banyak dialami oleh mahasiswi anak perempuan pertama akibat beban peran, tanggung jawab, serta ekspektasi keluarga yang tinggi. Perancangan ini bertujuan menghasilkan buku ilustrasi interaktif sebagai media penyaluran emosi unfinished business bagi mahasiswi anak perempuan pertama berusia 17–25 tahun di Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, dan kuesioner terhadap 88 responden, yang dianalisis menggunakan SWOT dengan landasan teori Gestalt, birth order Adler, emosi Goleman, serta prinsip Desain Komunikasi Visual. Hasil perancangan berupa buku ilustrasi interaktif berjudul “Eldest Daughter” berformat A5 softcover dengan ilustrasi semi realis bernuansa pastel dan gelap, memuat narasi reflektif serta aktivitas interaktif seperti menggambar, mewarnai, menulis pengalaman, dan menjawab pertanyaan reflektif, yang dilengkapi media pendukung berupa pembatas buku, notebook, pin, dan pena. Hasil user test yang dilakukan pada 10 mahasiswi anak perempuan pertama dengan metode wawancara secara luring dan daring melalui g-from, menunjukkan respons positif, dengan 97,8% responden menilai media ini dapat dijadikan wadah menyalurkan emosi terpendam dan memilihnya sebagai media yang paling sesuai dengan kebutuhan emosional mereka. Dengan demikian, buku ilustrasi interaktif ini dinilai mampu menjadi ruang aman, kreatif, dan terapeutik untuk mengekspresikan serta menuntaskan emosi unfinished business secara bertahap.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606030105
Keyword
anak perempuan pertama kesehatan mental unfinished bussines desain komunikasi visual