PENGARUH KONDISI PERMUKAAN MATERIAL BARU DAN MATERIAL TERKOROSI TERHADAP HASIL PENGELASAN SMAW PADA BAJA KARBON RENDAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi permukaan material baru dan material terkorosi terhadap hasil pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada baja karbon rendah ASTM A36. Simulasi korosi dilakukan menggunakan air laut asli dari Teluk Betung selama 21 hari, yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian Non-Destructive Test (NDT) Liquid Penetrant, pengamatan struktur mikro, kekerasan Vickers, uji tarik, dan laju korosi metode weight loss. Hasil pengujian NDT menunjukkan tidak adanya cacat visual yang signifikan pada kedua sampel. Namun, pengamatan struktur mikro pada spesimen terkorosi mengungkapkan tingginya densitas inklusi non-logam (MnO) di daerah Weld Metal akibat kontaminasi oksida permukaan (Fe2O3). Inklusi ini memicu peningkatan kekerasan lokal, namun secara drastis menurunkan keuletan (elongation) material menjadi 18,91% lebih rendah dibandingkan spesimen non-korosi (24,06%). Selain itu, laju korosi pasca-las spesimen terkorosi menunjukkan angka yang lebih tinggi yaitu 0,333 mmpy dibandingkan material baru (0,250 mmpy). Dapat disimpulkan bahwa hasil pengelasan material terkorosi tidak layak diaplikasikan untuk konstruksi offshore karena gagal memenuhi standar minimum keuletan ASTM A36/A36M-19 sebesar 23%. Sehingga material sangat rentan terhadap brittle fracture akibat beban dinamis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606020076
Keyword
Baja ASTM A36 Korosi Pengelasan SMAW Sifat Mekanik Struktur Mikro