Pemodelan Hidrodinamika di Teluk Kiluan Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus
Perairan Teluk Kiluan yang terletak di Kabupaten Pesawaran, Lampung, merupakan wilayah pesisir strategis dengan potensi wisata bahari yang tinggi serta ekosistem laut yang khas. Namun, karakteristik morfologi teluk yang kompleks dan interaksinya dengan perairan terbuka menuntut pemahaman mendalam mengenai kondisi hidrodinamika untuk menjamin aspek keselamatan aktivitas wisata dan ketepatan perencanaan tata ruang pesisir. Kurangnya informasi mengenai pola arus dan fluktuasi muka air laut dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi wisatawan serta kegagalan struktur bangunan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif terhadap karakteristik pasang surut menggunakan Metode Admiralty dan Least Square, mengevaluasi parameter gelombang signifikan, serta memetakan pola sirkulasi arus laut secara spasial dan temporal di kawasan tersebut. Metodologi penelitian yang diterapkan mengombinasikan observasi lapangan dan pemodelan numerik. Data pasang surut diperoleh melalui pengamatan elevasi muka air laut selama 15 hari dengan interval satu jam. Pengolahan data ini menggunakan Metode Admiralty untuk mendapatkan konstanta harmonik jangka pendek dan Metode Least Square untuk meminimalkan nilai residu kesalahan melalui pendekatan statistik. Selanjutnya, simulasi hidrodinamika arus dan transformasi gelombang dilakukan menggunakan perangkat lunak Delft3D-FLOW dan Delft3D-WAVE yang saling terangkai. Model dibangun menggunakan domain komputasi dengan resolusi grid yang disesuaikan dengan batimetri lokal. Input parameter model meliputi data gelombang dari ERA5, data batimetri nasional, dan kondisi batas pasang surut global TPXO. Simulasi dijalankan dalam rentang waktu satu tahun untuk menangkap variasi hidrodinamika pada berbagai musim. Hasil analisis pasang surut dari kedua metode secara konsisten menunjukkan bahwa perairan Teluk Kiluan memiliki tipe pasang surut Campuran Dominan Harian Ganda. Perhitungan nilai Formzahl memberikan hasil sebesar 0.271 melalui metode Admiralty dan 0.878 melalui metode Least Square, di mana kedua nilai tersebut tetap berada dalam koridor klasifikasi tipe pasang surut yang sama. Validasi model dilakukan dengan membandingkan elevasi muka air hasil simulasi terhadap data observasi lapangan, menghasilkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 10%. Nilai error yang relatif kecil ini menunjukkan bahwa model numerik yang dibangun memiliki tingkat akurasi yang baik dan representatif dalam menggambarkan fenomena hidrodinamika di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil pemodelan, pola sirkulasi arus di Teluk Kiluan sangat didominasi oleh gaya penggerak pasang surut. Kecepatan arus di area Dalam Teluk dan Luar Teluk teridentifikasi sangat rendah, berkisar antara 0.0036 m/s hingga 0.055 m/s. Berdasarkan standar keselamatan wisata bahari, kondisi ini dikategorikan sangat sesuai untuk aktivitas rekreasi air karena minimnya hambatan arus bagi manusia. Namun, ditemukan adanya fenomena percepatan arus yang signifikan di area Mulut Teluk yang mencapai 0.4 m/s. Percepatan ini dipicu oleh efek penyempitan morfologi yang memaksa massa air bergerak lebih cepat saat melewati celah sempit antara daratan. Area ini dikategorikan tidak aman dan tidak direkomendasikan untuk aktivitas wisata langsung seperti berenang atau snorkeling. Pada aspek parameter gelombang, terjadi perbedaan karakteristik yang kontras antara area terlindung dan area terbuka. Tinggi gelombang signifikan di Dalam Teluk tercatat sebesar 0.156 meter. Hal ini disebabkan oleh mekanisme redaman energi gelombang melalui proses difraksi dan refraksi saat melewati Pulau Kiluan dan penyempitan mulut teluk. Sebaliknya, area Luar Teluk memiliki tinggi gelombang signifikan mencapai 1.61 m karena terpapar langsung oleh fetch angin yang luas dari perairan terbuka. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa morfologi Teluk Kiluan memberikan perlindungan alami yang signifikan, namun zonasi keselamatan tetap harus diperhatikan terutama pada titik-titik penyempitan arus. Hasil ini diharapkan dapat menjadi rujukan teknis bagi stakeholder dalam pengelolaan kawasan pesisir Teluk Kiluan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606020066
Keyword
Delft3D Gelombang Arus Pasang Surut Teluk Kiluan