(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

KARAKTERISTIK PROVENAN DAN PALEOKLIMAT FORMASI TALANGAKAR DI DAERAH SELAGAI LINGGA, LAMPUNG TENGAH BERDASARKAN PROXY GEOKIMIA BATUAN SEDIMEN


Energi fosil masih mendominasi penyediaan energi primer Indonesia hingga tahun 2050, sehingga eksplorasi hidrokarbon diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional tersebut. Salah satu satuan batuan yang berpotensi sebagai reservoir hidrokarbon adalah Formasi Talangakar dengan litologi batupasir yang terendapkkan di Cekungan Lampung. Studi provenan dan paleoklimat dapat memberikan pemahaman dasar terkait kualitas reservoir. Studi provenan digunakan untuk menentukan jenis batuan sumber dan daerah asal sedimennya, sementara studi paleoklimat digunakan untuk menentukan kondisi lingkungan pada saat proses pembentukan batuan dan tingkat pelapukan yang dipengaruhi oleh kondisi iklim pada masa lampau. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan provenan, kondisi paleoklimat, dan merekontruksi tatanan tektonik batupasir Formasi Talangakar berdasarkan pendekatan geokimia. Metode yang digunakan meliputi metode X-Ray Fluorescence (XRF) untuk memperoleh unsur mayor, dan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) untuk memperoleh unsur tanah jarang (REE) pada sembilan sampel, yaitu X-0701, X-0801, X-1002, X-1102, X-1206, X-1404, X-1604, X-1703, dan X-2802. Hasil analisis menunjukkan litologi batupasir Formasi Talangakar diklasifikasikan sebagai Fe-sand, Sublitharenite dan shale. Provenan sedimen berasal dari batuan sumber dengan afinitas felsik hingga intermediet yang kemungkinan berasal dari granit, riolit, diorit atau andesit yang telah mengalami daur ulang sedimen serta kontribusi minor afinitas mafik yang kemungkinan berasal dari gabro atau basal. Kondisi paleoklimat saat pengendapan diinterpretasikan berada pada iklim humid hingga semi-humid, dan terdapat kontribusi minor iklim semi-arid. Tatanan tektonik yang membentuk provenan Formasi Talangakar adalah busur magmatik (arc) yang berkaitan fenomena bimodal yang terjadi pasca-pembentukan pegunungan , dan kolisi (collision) yang berkaitan dengan kolisi antara terrane West Sumatra dengan terrane Woyla, sedangkan tatanan tektonik yang terjadi saat pengendapan sedimen batupasir Formasi Talangakar adalah passive continental margin.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2606020008

Keyword
Batupasir Formasi Talangakar geokimia paleoklimat provenan