POTENSI PENYIMPANAN CO2 SECARA GEOLOGIS PADA LAPISAN BATUBARA D, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Meningkatnya emisi CO₂ atmosfer dari industri berbasis bahan bakar fosil mendorong kebutuhan strategi mitigasi yang efektif, salah satunya melalui Carbon Capture and Storage (CCS) pada formasi geologi, khususnya lapisan batubara yang belum ditambang. Penerapan metode ini memerlukan karakterisasi sifat batubara seperti porositas, permeabilitas, kuat tekan uniaksial (UCS), rasio poisson, dan brittleness. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk mengevaluasi potensi penyimpanan CO2 pada lapisan batubara D di Blok Suban Burung, Cekungan Sumatra Selatan, menggunakan data pengeboran dari empat sumur pada area 960 m × 860 m. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lapisan baatubara D sebagai media penyimpanan CO₂ bawah permukaan. Lapisan batubara D diidentifikasi berdasarkan data core sample dan dianalisis untuk menentukan densitas dan porositas. Selain itu, kecepatan gelombang P (Vp), gelombang S (Vs), nilai UCS, dan brittleness Index (BI) diprediksi menggunakan pendekatan petrofisika dan fisika batuan. Analisis dilakukan melalui korelasi sumur, estimasi parameter elastik dan mekanik, serta interpolasi spasial sifat petrofisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan batubara D memiliki ketebalan 8,1–10,7 m dengan porositas 0,14–0,198. Nilai UCS sebesar 9,5–9,7 MPa dan BI sebesar 0,47–0,50 menunjukkan batubara dengan kekuatan rendah hingga sedang dan tingkat brittleness sedang. Berdasarkan hasil awal ini, Coal Seam D berpotensi menjadi kandidat yang baik untuk penyimpanan CO₂ di Sumatra Selatan, Indonesia.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605310005
Keyword
lapisan batubara belum ditambang CCS sifat petrofisika geomekanika unmined coal seam petrophysical properties geomechanics