STUDI PERBANDINGAN UKURAN GEDUNG
LABORATORIUM TEKNIK 1 (GLT-1) INSTITUT
TEKNOLOGI SUMATERA BERDASARKAN DATA DESAIN
MENGGUNAKAN METODE TERESTRIS DAN METODE
FOTOGRAMETRI
Penelitian ini dilakukan untuk menghitung selisih ukuran
antara kondisi aktual dan data desain Gedung Laboratorium Teknik 1
Institut Teknologi Sumatera serta membandingkan metode terestris dan
fotogrametri. Pemilihan metode pengukuran yang tepat diperlukan
untuk memperoleh hasil yang optimal dari segi ketelitian dan efisiensi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat akurasi, presisi,
efektivitas, dan efisiensi kedua metode tersebut. Metode terestris
dilakukan menggunakan Total Station untuk mengukur titik pilar
bangunan secara langsung di lapangan, sedangkan metode fotogrametri
menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk menghasilkan
model tiga dimensi dan data point cloud. Estimasi selisih ukuran
dilakukan dengan membandingkan koordinat hasil pengukuran
terhadap data desain sebagai acuan kondisi ideal bangunan. Analisis
ketelitian dilakukan menggunakan parameter statistik berupa nilai rata
rata, standar deviasi, dan Root Mean Square Error (RMSE), serta
evaluasi model tiga dimensi berdasarkan Level of Detail (LoD)
mengacu pada standar cityGML. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
metode terestris menghasilkan rata-rata selisih koordinat sebesar 5,657
m pada sumbu X dan 3,884 m pada sumbu Y, sedangkan metode
fotogrametri sebesar 5,676 m pada sumbu X dan 3,886 m pada sumbu
Y. Metode terestris memiliki tingkat presisi dan akurasi yang lebih baik,
sedangkan metode fotogrametri lebih unggul dalam efisiensi waktu dan
biaya serta mampu menghasilkan model tiga dimensi dengan RMSE
sebesar 0,130 m yang memenuhi kriteria LoD 3. Secara keseluruhan,
metode terestris lebih direkomendasikan untuk pengukuran dengan
ketelitian tinggi, sedangkan metode fotogrametri lebih efektif untuk
efisiensi dan visualisasi objek secara menyeluruh.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605300009
Keyword
Gedung Ukuran Akurasi Metode Terestris Fotogrametri UAV LoD