PERANCANGAN DESAIN KAOS KRITIK POLITIK BERBASIS LIRIK LAGU “BUDAYA KITA” BAND SYNC BASING SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DAN EKSPRESI ALTERNATIF ANAK MUDA
Kebebasan ruang ekspresi di Indonesia kini menjadi hal serius yang menunjukkan bagaimana kemunduran demokrasi serta penyempitan ruang partisipasi publik saat ini. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan medium kritik alternatif yang lebih aman, khususnya bagi anak muda. Dalam konteks tersebut, musik kritis menjadi salah satu medium ekspresi populer yang mampu menyuarakan keresahan anak muda akan sosial-politik. Band lokal asal Bandar Lampung, Sync Basing, secara konsisten menyampaikan kritik terhadap isu korupsi, pembungkaman media, serta kesenjangan sosial melalui lagu “Budaya Kita”. Namun, pesan kritik tersebut belum didukung oleh medium visual fisik yang dapat memperluas jangkauan komunikasi dan makna lirik band Sync Basing. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan merancang desain kaos kritik politik berbasis lirik lagu “Budaya Kita” sebagai media komunikasi dan ekspresi alternatif anak muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan studi literatur yang diperkuat dengan teknik analisis SWOT dalam merumuskan pengumpulan data yang dilakukan. Sedangkan metode perancangan desain menggunakan analisis Double Diamond. Hasil perancangan menghasilkan karya utama berupa desain kaos berbasis metafora visual yang dikembangkan dari lirik “Budaya Kita” dan disertai media pendukung scarf, patch bordir, dan sticker. Perancangan desain kaos ini diharapkan dapat mampu menjadi media komunikasi visual alternatif yang menyampaikan pesan-pesan kritik politik yang jujur, komunikatif, dan relevan di tengah keterbatasan ruang berekspresi anak muda saat ini.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605290002
Keyword
Kebebasan Berekspresi Desain Kaos Kritik Politik Musik Kritis Desain Komunikasi Visual