Pemetaan Ketahanan Kota Berdasarkan Indeks Multidimensi Pada Kawasan Rawan Bencana Banjir di Kota Bandar Lampung
Perkembangan perkotaan yang pesat serta peningkatan urbanisasi menyebabkan kerentanan kota terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir. Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kota yang menghadapi permasalahan tersebut akibat pertumbuhan penduduk, perubahan tutupan lahan, serta keterbatasan kapasitas infrastruktur drainase. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengukuran ketahanan perkotaan untuk memahami kemampuan wilayah dalam menghadapi dan pulih dari bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketahanan perkotaan di kawasan rawan bencana banjir Kota Bandar Lampung menggunakan indeks multidimensi serta memetakan sebaran spasial tingkat ketahanan antarwilayahnya. Penelitian ini menggunakan metode indeks komposit yang mengintegrasikan dimensi fisik, sosial, dan ekonomi. Data penelitian diperoleh dari data sekunder dari instansi, kuesioner, dan observasi lapangan. Analisis dilakukan dengan menormalisasi data, pembobotan equal weighting, serta perhitungan indeks komposit yang kemudian dipetakan dengan spatial exposure pada wilayah yang memiliki bahaya banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan perkotaan di Kota Bandar Lampung memiliki variasi antar kecamatan. Sebanyak 4 kecamatan pada kelas sangat tinggi, 1 kecamatan pada kelas tinggi, 2 kecamatan pada kelas sedang, 6 kecamatan pada kelas rendah, dan 7 kecamatan pada kelas sangat rendah. Perbedaan tingkat ketahanan ini dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur fisik, kapasitas masyarakat dalam mitigasi, serta kemampuan ekonomi masyarakat. Peningkatan ketahanan perkotaan perlu dilakukan melalui pendekatan perencanaan yang terintegrasi antara aspek fisik, sosial, dan ekonomi guna mengurangi dampak banjir di kawasan perkotaan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605260087
Keyword
ketahanan perkotaan banjir perkotaan indeks multidimensi pemetaan ketahanan