ANALISIS PETROGRAFI DAN GEOKIMIA UNTUK PENENTUAN PROTOLIT BATUAN METAMORF DAERAH TANJUNG BINTANG HINGGA MERBAU MATARAM, LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG
Wilayah Lampung dan sekitarnya merupakan hasil amalgamasi dari Terrain Woyla dan Terrain Sumatra Barat yang menghasilkan batuan metamorf kompleks gunungkasih. Batuan penyusun kompleks gunungkasih belum di pisahkan dan diteliti lebih mendalam tentang protolitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik batuan metamorf, menganalisis fasies metamorfisme, tatanan tektonik, dan protolit batuan metamorf. Metode penelitian meliputi analisis petrografi pada 10 sampel sayatan tipis dan analisis geokimia menggunakan metode XRF (X-Ray Fluorescence) di Laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional. Batuan metamorf pada daerah penelitian terdiri dari sekis muskovit, Sekis Aktinolit-Tremolit-tremolit, Sekis Biotit-Muskovit-muskovit, dan Sekis Klorit-Epidot-epidot. Fasies metamorfisme daerah penelitian berada pada transisi dari fasies greenschist menuju fasies amphibolite dengan keberadaan mineral kuarsa, muskovit, epidot, klorit, aktinolit, dan biotit. Protolit batuan metamorf berasal dari batuan sedimen semipelite dan pelite. Hal tersebut didukung oleh analisis geokimia menunjukkan protolit berupa clay&shales, graywacke, graywacke-pelitic, dan pelitic. Protolit sekis dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 dengan kandungan TiO2>1,25 wt% yang terbentuk dari hasil peleburan Terrain Woyla akibat subduksi dan berasosiasi dengan magma yang berasal dari mantel bumi, sedangkan kelompok 2 memiliki nilai TiO2<1,25 wt% yang ditafsirkan berasal dari hasil subduksi. Batuan sedimen yang menjadi protolit ditafsirkan terendapkan pada tepi Terrain Sumatra Barat yang memiliki sumber sedimen berasal dari busur gunungapi di tepi Terrain Sumatra Barat. Kolisi antara Terrain Woyla dan Terrain Sumatra Barat pada umur Kapur menyebabkan terjadinya metamorfisme regional.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605260058
Keyword
Geokimia petrografi protolit sekis