KELAYAKAN IMPLEMENTASI MIKROMOBILITAS KAMPUS BERBASIS SKUTER BERSAMA DI INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA (ITERA)
Luas wilayah Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sebesar ±285 hektar menciptakan tantangan mobilitas internal bagi 45,82% sivitas akademika yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan perencanaan sistem micromobility berbasis shared scooter sebagai alternatif transportasi kampus yang efisien dan berkelanjutan.
Melalui survei terhadap 395 responden, penelitian ini mengintegrasikan tiga metode analisis: statistik deskriptif untuk profil pengguna, analisis Origin-Destination (O-D) untuk memetakan pola pergerakan, dan Location-Allocation (Maximize Coverage & Minimize Impedance) untuk optimasi lokasi fasilitas.
Hasil penelitian mengonfirmasi potensi pengembangan yang sangat kuat berdasarkan tiga aspek utama. Secara teknis, 97,72% perjalanan sivitas berada pada jarak 500 m–2 km dengan intensitas tinggi (>6 perjalanan/hari), sangat ideal untuk skema micromobility. Secara spasial, teridentifikasi struktur mobilitas hub-and-spoke dengan koridor primer Gerbang Barat–GKU 2 (14,56% total perjalanan). Secara sosial, tingkat penerimaan sangat tinggi (97,72%). Penelitian ini merekomendasikan 6 lokasi docking station prioritas dengan standar infrastruktur jalur sepeda. Implementasi diusulkan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu 5 tahun, dimulai dari koridor dengan permintaan tertinggi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605250041
Keyword
ITERA Micromobility Kampus Shared scooter Docking-station Pola Pergerakan Origin-destination Location-allocation