Peran Partisipasi Pemangku Kepentingan Dalam Pengurangan
Risiko Bencana Rob Di Kelurahan Kota Karang
Bencana banjir rob secara rutin melanda kawasan pesisir Kelurahan
Kota Karang. Penanganannya melalui program DESTANA dinilai
belum efektif akibat dominasi pendekatan top-down dan minimnya
partisipasi masyarakat secara substantif. Penelitian ini bertujuan
menganalisis peran pemangku kepentingan menggunakan matriks
Power versus Interest Grid berdasarkan konsep Urban Climate
Resilience (UCR). Menggunakan pendekatan metode campuran
(mixed-methods) dengan desain Sequential Exploratory, data
dikumpulkan dari 46 responden representasi unsur Pentahelix melalui
wawancara dan kuesioner berskoring menggunakan teknik snowball
sampling. Hasil pemetaan menunjukkan adanya ketimpangan peran
yang signifikan. Kuadran Key Players didominasi mutlak oleh unsur
pemerintah (BPBD dan Kelurahan) serta tokoh formal (Ketua RT).
Sebaliknya, masyarakat akar rumput (nelayan, warga biasa) dan
UMKM terkunci pada posisi Subjects, yakni memiliki kepentingan
tinggi namun daya pengaruh politik yang sangat lemah. Alur
komunikasi juga teridentifikasi sangat hierarkis dan terpusat
(bottleneck) di Kelurahan. Sebagai rekomendasi, penelitian ini
merumuskan model partisipasi kolaboratif yang adaptif berbasis
spektrum IAP2 pada setiap fase bencana (pra, saat, dan pasca) guna
mewujudkan pengurangan risiko bencana rob yang lebih inklusif dan
berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605250007
Keyword
Banjir Rob Partisipasi Pemangku Kepentingan Power versus Interest Grid