(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Identifikasi Risiko Bencana Tsunami bagi Penyandang Disabilitas (Studi Kasus: SLB Negeri Pesisir Barat)


View/Open

Author
NOVI, YANTI MANALU

Date Published
24 Apr 2026

Advisor
Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D.,

Subject
Perencanaan Wilayah dan Kota

Publisher


SLB Negeri Pesisir Barat berlokasi sekitar 1 kilometer dari pantai Samudera Hindia dan melayani 38 siswa dengan beragam ketunaan. Kawasan ini terancam oleh potensi gempa megathrust Selat Sunda berkekuatan M 8,7, dengan golden time evakuasi yang sangat terbatas, yakni hanya 20 menit. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat risiko bencana tsunami bagi penyandang disabilitas di SLB Negeri Pesisir Barat, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, dengan mengintegrasikan tiga komponen: bahaya (hazard), kerentanan inklusif (inclusive vulnerability), dan kesiapsiagaan (preparedness). Penelitian menggunakan desain Convergent Parallel Mixed Methods. Secara kuantitatif, dilakukan analisis spasial berbasis GIS yang mencakup pemodelan inundasi melalui persamaan HLoss pada enam skenario run-up, serta penilaian kerentanan yang mengadopsi hasil AHP terhadap lima indikator inklusif; secara paralel, in-depth interview dengan tiga kelompok informan kunci untuk mengevaluasi lima dimensi kesiapsiagaan sekolah LIPI-UNESCO. Hasil pemodelan menunjukkan SLB Negeri Pesisir Barat secara konsisten berada di zona bahaya tinggi pada skenario run-up 4 m, 8 m dan 16 m. Penilaian kerentanan inklusif di SLB Negeri Pesisir Barat berada pada kategori sedang. Hal ini didorong oleh keterjangkauan Tempat Evakuasi Sementara (TES) berbasis bukit, namun diperlemah oleh ketiadaan rute evakuasi yang aksesibel, sistem peringatan dini inklusif dan pendamping yang terlatih serta diperparah oleh penyandang disabilitas yang terkonsentrasi saat jam pelajaran sekolah. Evaluasi kesiapsiagaan menyeluruh menunjukkan hasil tidak siap. Empat dari lima dimensi berada pada kategori tidak siap hingga belum siap, sementara dimensi pengetahuan dan sikap yang berada pada kategori sangat siap, mencerminkan kesadaran risiko di seluruh kelompok informan. Kondisi ini secara menyeluruh menempatkan SLB Negeri Pesisir Barat pada tingkat risiko sedang. Risiko ini merupakan hasil akumulasi kegagalan berlapis berdasarkan 3 komponen: bahaya fisik yang tidak dapat dikendalikan, kerentanan infrastruktur inklusif yang tidak memadai, dan kapasitas kesiapsiagaan yang belum mampu mereduksi bahaya dan kerentanan bagi SLB Negeri Pesisir Barat.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605220035

Keyword
risiko bencana tsunami penyandang disabilitas bahaya kerentanan inklusif kesiapsiagaan sekolah luar biasa