STANDARDISASI DAN STUDI TOKSISITAS AKUT ORAL
SECARA IN VIVO EKSTRAK ETANOL DAUN BAKAU
MERAH (Rhizophora stylosa)
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satunya
tanaman bakau merah Rhizophora stylosa yang berpotensi
dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Daun R. stylosa diketahui
mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, fenolik, dan
triterpenoid yang memiliki aktivitas farmakologis. Sebelum
dikembangkan sebagai bahan obat, diperlukan proses standardisasi
ekstrak dan pengujian toksisitas untuk memastikan mutu dan
keamanannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui data awal parameter
standardisasi ekstrak etanol daun R. stylosa serta menentukan efek
toksisitas akut oral pada mencit (Mus musculus) galur ddY jantan.
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut
etanol 96%. Standardisasi ekstrak meliputi parameter nonspesifik
(susut pengeringan, kadar abu , dan uji bebas pelarut) serta parameter
spesifik (organoleptik, kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol).
Uji toksisitas akut dilakukan secara oral pada mencit dengan dosis 500,
1.000, dan 2.000 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan rendemen
ekstrak 14,25%, susut pengeringan 8,54%, kadar abu total 10%, bebas
dari residu etanol, kadar sari larut air 43,93 %, kadar sari larut etanol
42,86 %. Tidak ditemukan kematian maupun tanda toksik dengan nilai
LD₅₀>2.000 mg/kgBB. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun
R. stylosa memenuhi parameter standardisasi dan tergolong tidak toksik
hingga dosis 2.000 mg/kgBB.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605220032
Keyword
Ekstrak Etanol Daun Mencit (Mus musculus) Rhizophora stylosa Standardisasi Ekstrak Toksisitas Akut Oral