Pemetaan Kawasan Terbangun Rawan Banjir di Kota Bandar Lampung
Ekspansi kawasan terbangun yang masif dan hilangnya fungsi resapan alami telah memicu eskalasi ancaman banjir limpasan permukaan di wilayah perkotaan. Berangkat dari urgensi kerugian sosial-ekonomi yang masif akibat bencana tersebut, penelitian ini menganalisis tingkat keterpaparan kawasan terbangun terhadap bahaya banjir di Kota Bandar Lampung sebagai landasan evaluasi dokumen perencanaan tata ruang. Menggunakan pemodelan spasial Composite Mapping Analysis (CMA) dan teknik overlay, ditemukan bahwa kerawanan banjir sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisik wilayah, terutama kemiringan lereng, dengan titik kerentanan tertinggi di pesisir selatan. Hasil analisis menunjukkan ekspansi fisik kota yang masif mencapai 49,32% (9.055,57 hektare) dari total luas wilayah. Integrasi data menemukan kondisi kritis di mana 67,96% kawasan terbangun eksisting berada pada zona kerawanan menengah hingga ekstrem, dengan dampak terbesar pada sektor permukiman, perdagangan, dan industri. Temuan ini merekomendasikan perlunya peninjauan kembali dokumen tata ruang dan penguatan strategi mitigasi bencana guna mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605220007
Keyword
Banjir Limpasan Kawasan Terbangun Tata Ruang Composite Mapping Analysis Kota Bandar Lampung