Strategi Pengelolaan Lanskap Hutan Mangrove Untuk Mitigasi Bencana Abrasi di Pantai Bagus, Merak Belantung, Kecamatan Kalianda
Pantai Bagus mulai dikelola oleh PT. PLTD sejak tahun 1993 dengan luasan sebesar 3,8 hektar yang berfungsi sebagai area wisata. Pada area Pantai Bagus terdapat area hutan mangrove yang memiliki kontribusi dalam pencegahan terjadinya abrasi. Akan tetapi, banyak vegetasi mangrove yang belum terkelola dan tertata dengan baik. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi potensi abrasi pantai. Dalam 10 tahun terakhir terjadi perubahan garis pantai (abrasi). Oleh karena itu, perlu dirumuskannya strategi penataan hutan mangrove di Pantai Bagus agar dapat mengurangi dampak abrasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial seperti Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk analisis perubahan garis pantai. Selain itu, dilakukan analisis SWOT untuk mendapatkan strategi pengelolaan hutan mangrove untuk mitigai abrasi pantai. Hasil dari analisis spasial dan SWOT diintegrasikan untuk menyusun rekomendasi pengelolaan hutan mangrove secara efektif. Strategi yang didapatkan dari analisis SWOT adalah penyediaan teknologi dan keahlian, mendirikan infrastruktur, perusahaan swasta menjadi sponsor, menjalin kerja sama antara perusahaan swasta dan pengelola pantai bagus, membentuk tim pengelola, menerapkan zonasi kawasan, menyiapkan fasilitas ramah lingkungan. Dari berbagai strategi tersebut rekomendasi yang disusun mengutamakan penataan hutan mangrove dan zonasi kawasan untuk mitigasi abrasi pantai.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605200022
Keyword
Lanskap Mitigasi Lanskap Pesisir Analisis SWOT