Pemodelan Bahaya Tsunami dan Potensi Aset Ekonomi Terdampak untuk Evaluasi Tata Ruang KEK Tanjung Lesung
KEK Tanjung Lesung sebagai kawasan pariwisata strategis memiliki potensi investasi tinggi, namun berada pada wilayah pesisir Selat Sunda yang berpotensi bshaya tsunami akibat aktivitas megathrust dan vulkanik Gunung Anak Krakatau. Secara historis, wilayah ini pernah terdampak tsunami besar akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883 dengan tinggi gelombang mencapai 30–35 meter dan menewaskan lebih dari 36.000 jiwa, serta tsunami Selat Sunda tahun 2018 yang menyebabkan lebih dari 430 korban jiwa dengan tinggi gelombang mencapai 13 meter. Selain itu, potensi tsunami tektonik di zona megathrust diperkirakan memiliki run-up hingga 5,99 meter. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya tingkat bahaya serta potensi paparan aset ekonomi di kawasan ini.
Penelitian ini bertujuan memodelkan bahaya tsunami dan menganalisis potensi aset ekonomi terdampak untuk mengevaluasi kesesuaian tata ruang KEK Tanjung Lesung dan kawasan pendukungnya di Kecamatan Panimbang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis analisis spasial melalui pemodelan bahaya tsunami menggunakan metode Berryman serta analisis overlay dengan data penggunaan lahan, bangunan, dan nilai investasi kawasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah berada pada kelas bahaya tsunami sedang hingga tinggi, dengan total luas terdampak mencapai ±652,55 Ha atau sekitar 82,08%.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605190063
Keyword
Tsunami Hazard Exposure Aset Ekonomi Tata Ruang KEK Tanjung Lesung