Stratergi Penerapan Dimensi Smart Living Dalam Perencanaan Kecamatan Cilodong Kota Depok
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan
penduduk di Kecamatan Cilodong Kota Depok, yang memicu tekanan pada
lahan, kemacetan, serta isu kesehatan dan keamanan. Sebagai pusat
pertumbuhan baru, Cilodong menghadapi tantangan berupa rendahnya
proporsi Ruang Terbuka Hijau (16%), angka stunting di atas rata-rata kota, dan
kesenjangan literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi penerapan konsep smart living, menganalisis tantangan dan
peluang, serta merumuskan strategi perencanaan kota yang efektif untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Masalah utama yang diangkat adalah
bagaimana merumuskan strategi integrasi dimensi smart living yang adaptif
terhadap tantangan lokal di Kecamatan Cilodong. Metode penelitian yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan
data melalui wawancara purposive sampling kepada pemangku kepentingan
dan masyarakat, serta analisis dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan
metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk
mengevaluasi faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Kecamatan Cilodong berada pada posisi Kuadran I (S-O) dalam matriks
SWOT, yang berarti memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang
signifikan untuk menerapkan strategi progresif. Kesimpulan penelitian
menekankan perlunya integrasi teknologi seperti sistem informasi geografis
(GIS) untuk tata ruang, layanan kesehatan digital, optimasi manajemen lalu
lintas, dan penguatan sistem keamanan berbasis teknologi untuk mewujudkan
keberlanjutan smart living di Kecamatan Cilodong.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605190049
Keyword
Smart Living Smart City Perencanaan Kota Kualitas Hidup