(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pra-rancangan Unit Pengolahan Tandan Kosong Sawit Menjadi Pelet Untuk Bahan Bakar Co-Firing di PLTU Dengan Kapasitas 20.000 Ton/Tahun


View/Open

Author
AHYATUL IHSAN ,

Date Published
20 May 2026

Advisor
Prof. Dr. Ir. Herri Susanto,
Andri Sanjaya, S.T., M.Eng.,

Subject
Teknik Kimia

Publisher


Bahan bakar fosil masih menjadi sumber masalah pencemaran polusi global warming di dunia saat ini. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah polusi yaitu mengganti sumber bahan bakar yang digunakan batu bara dan perjanjian paris dibuat untuk menanggulangi masalah tersebut. Dimana isi perjanjiannya adalah negara-negara harus mengurangi penggunaan batu bara untuk menekan emisi. Pelet dibuat dari TKKS sebagai bahan bakar alternatif co-firing pada PLTU. Pabrik pelet ini dirancang dengan kapasitas 20.000 Ton/Tahun dan beroperasi secara kontinu selama 330 hari/tahun. Alat utama torefaksi bekerja pada suhu 260°C menghasilkan karbon (char) berkualitas tinggi. Char yang keluar akan cetak menjadi pelet dengan alat pelletizing dan bahan campuran tepung kanji sebagai perekatnya. Lokasi pabrik akan dibangun berdekatan dengan sumber bahan baku di Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Luas tanah diperkirakan 5 hektar dan tenaga kerja masyarakat dapat terpenuhi sehingga lapangan pekerjaan akan bertambah. Unit penunjang proses produksi meliputi unit utilitas dengan kebutuhan air sebesar 7521 kg/jam, kebutuhan hot dryer sebesar 20027 kg/jam, dan kebutuhan bahan bakar berupa pelet biomassa sebesar 66,76 kg/jam. Kebutuhan listrik untuk proses produksi, utilitas, dan penunjang lainnya sebesar 1449,56 kWh. Berdasarkan hasil Analisa kelayakan ekonomi diperoleh Return of Investment 23,85%, Break Even Point 59,7%, Shut Down Point 15%, Internal Rate of Return 12,98%, Payback Period sebesar 3,56 tahun, dan Discounted Payback Period sebesar 4,53 tahun.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605190025

Keyword
Analisis GPM global warming co-firing pellet torefaksi