Potensi Penerapan Nature Based Solutions Sebagai Mitigasi Bencana Banjir di Kelurahan Tanjung Senang
Banjir perkotaan menjadi dampak nyata peningkatan curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim global, seperti yang terjadi di beberapa kota besar India, yaitu Ahmedabad, Pune, dan Bangalore. Di Indonesia, Kota Bandar Lampung, khususnya Kelurahan Tanjung Senang, juga mengalami banjir berulang yang mengganggu permukiman dan aktivitas masyarakat. Penanganan banjir yang selama ini masih berfokus pada pendekatan grey infrastructure dinilai belum efektif, sehingga diperlukan alternatif solusi yang lebih berkelanjutan melalui pendekatan Nature based Solutions. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Tingkat bahaya banjir, Mengidentifikasi karakteristik wilayah, jenis NbS yang sesuai serta menentukan lokasi potensial penerapannya di Kelurahan Tanjung Senang. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed-method), dengan analisis spasial untuk mengidentifikasi Tingkat bahaya banjir, Analisis NDVI untuk mengidentifikasi karakterisitik wilayah, Analytical Hierarchy Proces untuk menentukan prioritas jenis NbS, dan analisis komparasi studi untuk menentukan Lokasi potensial penerapan Nature based Solutions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kelurahan Tanjung Senang memiliki Tingkat bahaya banjir tinggi seluas 196,11 Ha dengan karakteristik wilayah didominasi oleh klasifikasi vegetasi sangat rendah seluas 150,49 Ha. Berdasarkan AHP, jenis Nature based Solutions yang paling prioritas diterapkan meliputi biopori, permeable pavement, bioswales, rain garden,rainwater harvesting, dan Green roof. dengan lokasi penerapannya berupa permukiman, area perdagangan dan jasa, median jalan, lahan kosong, area parkir dan area pemerintahan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605190020
Keyword
Nature based Solutions Banjir Mitigasi