PENGARUH PARAMETER ANTROPOMETRI TERHADAP KEKUATAN FUNGSIONAL EKSTREMITAS ATAS
PADA ETNIS BATAK DI DESA SIGOMPUL
ABSTRAK
Kekuatan fungsional ekstremitas atas merupakan indikator penting kebugaran fisik. Penelitian ini menganalisis pengaruh antropometri komposisi tubuh terhadap kekuatan fungsional ekstremitas atas pada Etnis Batak usia produktif (17–60 tahun) di Desa Sigompul. Metode observasional analitik cross-sectional melibatkan 101 responden yang dipilih dengan purposive sampling, digunakan untuk menganalisis variabel lingkar lengan atas (LLA), lingkar lengan bawah (LLB), IMT, ketebalan lemak, dan aktivitas fisik (IPAQ-MET) terhadap kekuatan genggaman tangan dan kemampuan weight-bearing lengan. Hasil penelitian mengungkap bahwa laki-laki memiliki rata-rata kekuatan genggaman (35,05 kg) dan weight-bearing (33,06 kg) yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan (22,1 kg dan 21,4 kg). Lingkar lengan bawah menunjukkan hubungan yang signif-ikan secara positif, sementara usia memiliki korelasi negatif terhadap kekuatan ekstremitas atas. Model kekuatan genggaman tangan mem-iliki kapasitas sebesar 72,9% terhadap variabilitas data (R² = 0,729), sehingga menjadikannya prediktor dengan validitas prediktif tertinggi pada penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkar lengan bawah dan jenis kelamin merupakan prediktor utama kekuatan fungsional ekstremitas atas pada Etnis Batak Desa Sigompul. Hasil ini dapat menjadi acuan bagi fisioterapis dalam merancang program rehabilitasi dan peningkatan kebugaran berbasis karakteristik antropometri komposisi tubuh.
Kata kunci: lingkar lengan bawah 1; kekuatan genggaman 2; weight-bearing 3; Aktivitas fisik 4; cross-sectional 5.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605180009
Keyword
EvaSN 12345