(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE MORGENSTERN-PRICE DAN FINITE ELEMENT METHOD PADA LERENG DI BANDAR LAMPUNG, PROVINSI LAMPUNG.


View/Open

Author
Alfa, Joy Lamsihar

Date Published
12 May 2026

Advisor
Zaki Hilman, S.T., M.T.,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kestabilan lereng di daerah Bandar Lampung, Provinsi Lampung, yang diketahui memiliki potensi longsor cukup tinggi akibat kondisi geologi, morfologi perbukitan, serta pengaruh curah hujan. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan nilai FK dan SRF di setiap lereng yang diujikan, lalu dilakukan rekomendasi berupa perubahakan sudut lereng untuk mendapatkan geometri lereng yang aman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Limit Equilibrium Method (LEM) dengan pendekatan Morgenstern–Price dan Finite Element Method (FEM). Data yang digunakan berupa data geometri lereng hasil pengukuran lapangan serta data sifat fisik dan mekanika batuan dari uji laboratorium. Analisis LEM dilakukan menggunakan software Slide 6.0 untuk memperoleh nilai faktor keamanan (FK), sedangkan analisis FEM menggunakan software Phase2 untuk mendapatkan nilai Strength Reduction Factor (SRF). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai FK pada kondisi awal berada pada rentang 0,108–0,919, sedangkan nilai SRF berada pada rentang 0–0,73, yang menunjukkan bahwa sebagian besar lereng dalam kondisi tidak stabil (FK < 1). Kondisi ini dipengaruhi oleh kemiringan lereng yang curam, sifat batuan yang relatif lemah, serta tingginya porositas yang meningkatkan tekanan air pori dan menurunkan nilai kohesi efektif. Untuk meningkatkan kestabilan lereng, dilakukan rekomendasi perubahan geometri lereng dengan pengurangan sudut lereng sekitar 20°-35° dari kemiringan awal. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai FK menjadi 1,118–1,231 dan SRF menjadi sekitar 1,1–1,2 sehingga lereng menjadi lebih stabil. Selain itu, hubungan antara porositas dan kohesi menunjukkan bahwa peningkatan kadar air dapat menurunkan kekuatan geser tanah, sehingga direkomendasikan penerapan sistem drainase untuk mengurangi tekanan air pori serta penggunaan soil nailing untuk meningkatkan gaya penahan lereng.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605170004

Keyword
Bandar Lampung FEM LEM Kestabilan Lereng