Analisis Network Pharmacology Dan Molecular Docking Senyawa Metabolit Daun Bakau Merah (Rhizopora Stylosa) Sebagai Agen Terapi Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kompleks yang
melibatkan berbagai jalur biologi, sehingga pengembangan kandidat
terapi berbasis bahan alam dengan mekanisme multitarget menjadi
penting. Penelitian ini bertujuan mengekplorasi potensi senyawa
bioaktif daun Rhizophora stylosa sebagai kandidat antidiabetes melalui
pendekatan in silico yang mencakup prediksi toksisitas, farmakologi
jaringan, penambatan molekuler, visualisasi interaksi, dan prediksi
drug-likeness. Sebanyak 25 senyawa utama dari daun bakau merah
diseleksi toksisitasnya menggunakan ProTox-II, sehingga diperoleh 20
senyawa dengan kategori toksisitas ≥ IV (LD₅₀ > 300 mg/kg). Analisis
jaringan farmakologi menghasilkan 229 gen irisan antara senyawa
target dan gen diabetes mellitus, dengan jalur dominan mencakup
resistensi insulin, AGE–RAGE, dan pensinyalan insulin. Gen target
utama yang terpilih adalah AKT1 dan STAT3. Hasil docking
menunjukkan bahwa obat referensi yaitu glimepiride (AKT1) memiliki
ΔG −8,23 kcal/mol dan canagliflozin (STAT3) sebesar −7,4 kcal/mol.
Pada AKT1, senyawa seperti quercitrin (-6,92 kcal/mol), eriojaposide
A (-6,96 kcal/mol), dan 4,4′-diapophytoene (-7,39 kcal/mol)
berinteraksi pada allosteric site dengan residu kunci Trp80, Ser205, dan
Lys268. Pada STAT3, eriojaposide A menunjukkan afinitas tertinggi
(−7,81 kcal/mol), diikuti kaempferol-3-rutinoside (−7,68 kcal/mol) dan
astilbin (−7,61 kcal/mol), dengan pengikatan pada domain SH2 yang
melibatkan residu penting seperti Gln644 dan Tyr657. Evaluasi
SwissADME menunjukkan beberapa senyawa berpotensi memiliki
keterbatasan penyerapan oral, namun tetap dapat dipertimbangkan
sebagai kandidat awal untuk optimasi lanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605160005
Keyword
Diabetes mellitus Farmakologi jaringan Multitarget Penambatan molekul Rhizopora stylosa