IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI BESI MENGGUNAKAN METODE PEMODELAN GEOMAGNETIK MAJU DI KABUPATEN PELAIHARI – TANAH LAUT
Keakuratan dalam mengidentifikasi zona distribusi sumber daya mineral bijih besi di daerah Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, sangat penting untuk kegiatan eksplorasi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bijih besi menggunakan data magnetik berdasarkan peta Sinyal Analitik dari pengolahan residual dan pemodelan hasil bawah permukaan 2D untuk melihat zona mineralisasi bijih besi. Metode magnetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik eksplorasi geofisika berdasarkan pengukuran variasi intensitas anomaly magnetik pada batuan yang disebabkan oleh medan magnet bumi. Data magnetik telah dilakukan koreksi magnetik, koreksi harian, dan koreksi sesuai standar Medan Referensi Geomagnetik Internasional (IGRF) untuk menentukan Intensitas Magnetik Total (TMI). Berdasarkan hasil penelitian, zona mineralisasi bijih besi diidentifikasi pada kedalaman sekitar 10–40 m dari permukaan dengan nilai suseptibilitas tinggi sekitar 0,2 SI. Respons anomaly residual yang tinggi dan nilai Sinyal Analitik antara 23,4–36,0 nT/m menunjukkan sumber magnetik dangkal yang terlokalisasi oleh batuan ultramafik sebagai batuan dasar dengan nilai suseptibilitas sekitar 0,097 SI pada kedalaman hingga ±150 m, membentuk tonjolan ke atas yang menonjol. Karakteristik ini menunjukkan potensi yang signifikan untuk mineralisasi laterit.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605150002
Keyword
Iron Ore Magnetic Method Mineralization Zone Susceptibility