Temulawak merupakan tanaman herbal Indonesia yang mengandung senyawa aktif utama berupa kurkuminoid yang berkhasiat sebagai hepatoprotektor untuk memperbaiki kerusakan hati. Penggunaan secara tradisional melalui perebusan dinilai kurang praktis, memiliki rasa yang pahit, serta sulit dalam penentuan dosis yang tepat, sehingga mendorong perlunya pengembangan ke dalam bentuk sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik granul dan tablet ekstrak temulawak menggunakan metode granulasi basah. Evaluasi sifat fisik granul meliputi uji organoleptik, kandungan lembap (3,00-3,39%), kecepatan alir (9,30-22,83 g/s), sudut diam (12,65-26,11°), distribusi ukuran partikel (5,31-5,33%), dan kompresibilitas granul (7,69-12,81%). Evaluasi tablet meliputi uji keseragaman bobot (249,40-249,95 mg), keseragaman ukuran (diameter: 8,00-8,01 mm; tebal: 5,01-5,07 mm), kekerasan (4,44-5,97 kg), kerapuhan (0,055-0,068%), dan waktu hancur tablet (5,04-7,18 menit). Penelitian ini dilakukan pada tiga formula dengan bahan pengikat yang berbeda, yaitu F1 (PVP 2%), F2 (CMC-Na 2%), F3 (HPMC 2%) dan diperoleh hasil evaluasi granul serta tablet seluruh formula memenuhi persyaratan pada masing-masing evaluasi. Diperoleh kesimpulan dari hasil penelitian bahwa F3 merupakan formula terbaik dengan nilai kekerasan paling kuat sebesar 5,97 kg, kerapuhan paling rendah 0,055%, dan waktu hancur paling cepat 5,04 menit.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605120011
Keyword
Temulawak PVP CMC-Na HPMC tablet