(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Potentially Inappropriate Medication (PIM) pada Pasien Geriatri dengan Penyakit Ginjal Kronis di Instalasi Rawat Inap RS X Periode 2024


Peningkatan populasi geriatri di Indonesia berisiko meningkatkan potensi penggunaan obat yang tidak tepat. Penelitian mengenai PIM pada pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) di Indonesia masih terbatas, khususnya di Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian PIM berdasarkan Beers Criteria 2023 dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PIM pada pasien geriatri dengan PGK di Instalasi Rawat Inap RS X. Penelitian retrospektif secara cross-sectional dilakukan dari Juli 2025-Maret 2026. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Dari 135 pasien, ditemukan prevalensi PIM sebesar 63,70%, didominasi oleh PIM kategori 3 (42,25%). Uji bivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian PIM adalah lama rawat inap (p-value:0,000), jumlah obat yang digunakan pasien (p-value:0,001), dan jumlah komorbid yang diderita pasien (p-value:0,001). Uji multivariat menunjukkan hanya faktor lama rawat inap pasien yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian PIM pada pasien geriatri dengan PGK (p-value: 0,018; OR: 2,785; 95% CI: 1,195-6,490; β>1 (β: 1,024)). Hal ini dapat terjadi karena lama rawat inap merupakan indikator yang mencerminkan berbagai faktor klinis, termasuk tingkat keparahan penyakit, kompleksitas terapi, serta intensitas intervensi medis yang diterima pasien geriatri selama perawatan. Penulis menemukan bahwa semakin lama pasien dirawat di rumah sakit, maka semakin tinggi peluang terjadinya PIM, begitupun sebaliknya PIM berpeluang untuk memperpanjang lama rawat inap pasien geriatri.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605110026

Keyword
Geriatri Potentially Inappropriate Medication Penyakit Ginjal Kronis Faktor PIM