PENGEMBANGAN PATCH ANTI-ACNE BERBASIS EKSTRAK DAUN GAHARU DENGAN KITOSAN/HPMS SEBAGAI MATRIKS POLIMER
Jerawat (acne vulgaris) merupakan kondisi kulit umum yang terjadi akibat penyumbatan pori, peningkatan produksi sebum, dan infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik jangka panjang berisiko menyebabkan resistensi dan iritasi, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan patch anti-acne berbasis ekstrak daun gaharu dengan matriks kitosan/HPMS sebagai matriks pembentuk film serta mengevaluasi karakteristik fisik, mekanik, antibakteri, dan struktur film yang dihasilkan. Patch dibuat dengan metode solvent casting dengan variasi konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi ketebalan, daya lipat, pH, laju transmisi uap air (WVTR), permeabilitas uap air (WVP), swelling, kelarutan, transparansi, dan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Karakterisasi dilakukan menggunakan UV-Vis, FTIR, dan XRD. Hasil menunjukkan semua formulasi menghasilkan film homogen dan fleksibel dengan ketebalan 0,06-0,11 mm, pH 5,20-5,76, serta daya lipat tinggi 309,67-470,33 kali. Nilai WVTR menurun dan WVP berada pada kisaran 1,01-1,26 g·mm/(m²·hari·mmHg). Swelling menurun dari 2356,12-1053,37%, sedangkan kelarutan meningkat seiring penambahan ekstrak. Aktivitas antibakteri terlihat pada semua formulasi dengan zona hambat hingga 3,82 mm, dengan formulasi KHG IV paling efektif. Transparansi film menurun seiring peningkatan ekstrak. Analisis FTIR menunjukkan interaksi fisik, sedangkan XRD menunjukkan struktur lebih amorf. Patch ini berpotensi sebagai sediaan topikal anti-acne berbasis bahan alam.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605110009
Keyword
Patch anti-acne Daun Gaharu Kitosan HPMS Antibakteri